Akuntansi berfungsi menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan ekonomi. Oleh karena itu informasi yang dihasilkan melalui proses akuntansi itu diharapkan dapat memberikan gambaran yang sebaik-baiknya mengenai perusahaan. Ini menjadi masukan yang berguna bagi para pengambil keputusan dan dalam memilih berbagai alternatif tindakan yang akan dilaksanakan. Sebagai suatu sistem akuntansi, maka fungsi akuntansi tidak statis, selalu berkembang mengikuti perkembangan dunia usaha. Informasi sebagai hasil dari proses akuntansi keuangan yang disajikan secara periodik, berfungsi sebagai alat komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.
Seluruh proses akuntansi keuangan serta penyajian laporan keuangan tersebut diselenggarakan menurut ketentuan yang telah diterima umum dalam kalangan profesi akuntan, atau di Indonesia dikenal dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Menurut The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yang diterjemahkan oleh Zaki Baridwan dalam bukunya, akuntansi didefinisikan sebagai berikut :
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih alternatif-alternatif dari suatu keadaan (Zaki Baridwan, 1997:1).
Pengertian laporan keuangan menurut Zaki Baridwan :
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Di samping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak-pihak di luar perusahaan (Zaki Baridwan, 1997:17).
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Keseluruhan proses akuntansi keuangan serta penyajian laporan keuangan tersebut diselenggarakan menurut ketentuan-ketentuan tertentu yang telah diterima umum dalam kalangan profesi akuntansi, yakni menurut prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum (generally accepted accounting principal), atau dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) bagi Indonesia.
Prinsip-prinsip itu diinginkan bersifat dinamis, artinya senantiasa diinginkan dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu, lingkungan dan kebutuhan akan informasi dari pemakai laporan keuangan. Jadi prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum saat ini merupakan hasil suatu proses evolusi yang dapat diharapkan untuk dilanjutkan dimasa yang akan datang. Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum dapat berubah sebagai tanggapan terhadap perubahan kondisi ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi baru terhadap permintaan pemakai agar informasi keuangan lebih berguna. Keinginan untuk dinamis dari akuntansi keuangan, kemampuannya untuk berubah sebagai tanggapan terhadap kondisi yang berubah, akan mewujudkan bahwa akuntansi bermanfaat untuk memelihara dan meningkatkan kegunaan dari informasi yang disediakan.